Halaman

Kamis, 01 Agustus 2013

MENDEKATLAH SETIAP HARI



“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)
Tinggal di dalam Yesus bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya pada setiap pemercaya, itu adalah gaya hidup yang melibatkan disiplin dan usaha.
Kita harus memilih untuk menyerahkan diri kita agar bersatu dengan Dia, untuk memberikan perhatian utama kita kepada-Nya. Jika kita ingin bertumbuh secara rohani dan jika kita ingin berjalan mengenal dalam kuasa dan dalam persekutuan dengan Tuhan, kita harus meluangkan waktu yang diperlukan untuk mengenal Dia. Ini bukanlah sesuatu yang dapat kita lakukan sesaat saja lalu melupakannya sesudah itu. Kita harus terus-menerus bertekun di dalamnya setiap hari. Karena pada saat kita berhenti bergerak mendekati Yesus, kita mulai hanyut.
Anda lihat, di sini, di dalam dunia alamiah, Anda dikelilingi oleh keadaan yang tidak beribadah. Anda hidup di dalam sebuah tubuh yang sepenuhnya alami. Jika Anda tidak menghadapinya dengan doa dan Firman, maka tubuh Anda dan pikiran Anda akan menyerah pada tekanan di sekitar Anda dan berjalan mengikuti duniawi.
Sekarang, ambilah keputusan untuk menyerahkan diri pada hal-hal dari Tuhan. Pusatkan perhatian Anda kepada Tuhan. Kelilingi diri Anda dengan Firman. Dengarlah pita rekaman khotbah dan ajaran selagi Anda mengenakan pakaian, mengemudi ke tempatkerja, menyiapkan makan malam, memperbaiki mobil, berolahraga, membersihkan rumah dan ketika Anda akan pergi tidur. Dengarlah Firman Tuhan setiap waktu dan di mana-mana!
Tinggalah dalam Dia hari ini!
Bacalah dan camkan baik-baik setiap ayat yang tertulis di Yohanes 15:1-11
Tuhan Yesus Memberkati.

SUDAH WAKTUNYA ANDA DAN SAYA BERSIKAP SERIUS



“Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, --“ (Mazmur 63:2,7).
Jika Anda hidup dalam kesehatan ilahi, akan ada waktunya Anda harus bersikap ekstrim tentang Firman Tuhan. Ada waktunya Anda mungkin menghadapi sakit yang sedemikian parah sehingga Anda membutuhkan lebih dari sekedar beberapa saat dalam Firman dan doa untuk menerima kesembuhan Anda. Saya ingin memberitahukan kepada Anda hal yang akan saya lakukan dalam situasi seperti itu.
Ketika saya bangun pagi, sebelum saya melakukan tindakan apa pun, saya akan menerima Perjamuan Kudus. Saya berkata, “ Tuhan aku mengabdikan tubuhku sepanjang hari ini pada pelayanan Tuhanku Yesus Kristus. Aku menerima darah Kudus Yesus yang dicurahkan bagiku.” Lalu saya berkata kepada iblis, “ Aku menghardik engkau, iblis. Engkau takkan menaruh penyakit apa pun atasku hari ini. Apa pun gejala-gejalanya, demi kuasa Yesus melalui Roh-Nya, aku mengalahkan sakit ini karena Dia yang ada di dalamku lebih besar daripada yang ada di dunia.”
Lalu sepanjang hari saya akan bersyukur kepada Tuhan untuk kesembuhan saya. Saya akan memilih beberapa cd rekaman berisi ajaran Firman Tuhan yang akan memenuhi pikiran dan hati saya dengan Firman Tuhan yang diurapi, dan saya akan mendengarkannya sepanjang hari. Pada sore hari saya akan memuji-muji Tuhan dan menerima Perjamuan Kudus lagi untuk mengingatkan diri saya bahwa darah Yesus ada dalam darah saya, bahwa saya adalah bagian dari keluarga Tuhan.
Anda tidak perlu menanti sampai hari minggu setiap bulan atau waktu lainnya untuk menerima Perjamuan Kudus. Yesus hanya berkata, “Seberapa sering kamu melakukan ini, lakukanlah sebagai peringatan akan Daku.” Dan jika Anda sedang menghadapi serangan gawat dari iblis, Anda perlu mengingat Dia siang dan malam. Anda perlu mempertimbangkan Yesus sampai pemikiran tentang Dia mendesak semua pikirang tentang penyakit keluar dari pola pikir Anda.
Malamnya sebelum tidur saya menerima Perjamuan Kudus lagi. Jika saya terbangun di tengah malam, saya akan menjangkau Alkitab lalu saya membaca semua ayat tentang kesembuhan dan hal itu membuat iblis menyesal telah membangunkan saya. Bila iblis melancarkan serangan gawat terhadap tubuh Anda, janganlah Anda gelisah. Bersikaplah serius dengan Firman.
Tuhan Yesus memberkati.

TAKUT AKAN TUHAN TETAP ADA UNTUK SELAMANYA



“"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.”(Yesaya 14:12-15)
Takut akan Tuhan tetap ada untuk selamanya! Jika Lucifer memiliki rasa takut itu, dia tidak akan pernah jatuh dari surga seperti kilat, “Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.”(Lukas 10:18). Lucifer adalah kerub yang diurapi di gunung kudus Allah dan berjalan di dalam hadirat Tuhan “Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya. Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.”(Yehezkiel 28:14-17). Namun, Lucifer adalah makhluk pertama yang menunjukkan kurangnya rasa takut akan Tuhan.
Dengarkan umat Allah: Anda dapat memiliki minyak urapan yang kudus pada diri Anda, seperti Nadab dan Abihu. Anda dapat melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat, mengusir roh jahat, dan meyembuhkan orang sakit dalam nama Tuhan Yesus yang penuh kuasa, tetapi kurang rasa takut akan Allah! Tanpa hal itu, akhir hidup Anda tidak akan berbeda dengan Nadab dan Abihu, atau Ananias dan Safira. Karena rasa takut akan Tuhan akan membuat Anda dapat berdiri di hadapan hadirat Tuhan untuk selamanya!
Adam dan Hawa berjalan dalam hadirat Tuhan. Mereka mengasihi Tuhan dan menikmati kebaikan-kebaikan-Nya. Mereka tidak pernah dihukum oleh suatu otoritas. Mereka hidup dalam lingkungan yang sempurna. Tetapi, mereka tidak taat dan jatuh ke dalam dosa, mengalami penghukuman yang berat. Mereka tidak akan pernah jatuh ke dalam dosa jika mereka memiliki takut akan Tuhan.
“Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.”(Amsal 16:6)
Tuhan Yesus Memberkati.


TIGA KUNCI UNTUK MENCAPAI HUBUNGAN INTIM



Tiga kunci rohani yang dinamis akan memampukan Anda untuk mengembangkan hubungan intim ini dengan Bapa Surgawi Anda, tidak peduli sifat hubungan Anda dengan Ayah Anda di dunia.
Pertama, Anda harus mengembangkan sikap yang penuh syukur atas ayah Anda di dunia, walaupun dia mungkin telah melukai Anda dengan teramat dalam. Rasul Paulus belajar rahasia dari ungkapan rasa syukur ini pada saat dia berdoa tiga kali tentang duri dalam dagingnya yang menyakitkan, namun tetap merasakan lukanya. Pada akhirnya Rasul Paulus mulai bermegah dalam kelemahan, karena mengetahui bahwa kelemahannya justru kuasa Allah dinyatakan:
“Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”(2 Korintus 12:8-10)
Terlepas dari kegagalan ayah Anda di dunia ini, bersyukurlah kepada Allah atas dirinya. Anda mungkin merasa tidak suka untuk melakukan ini karena pengalaman masa lalu Anda, tetapi ingatlah apa yang dikatakan Yesus kepada Petrus. Pewahyuan tentang hubungan sebagai anak ini tidak datang melalui “daging dan darah”. Pewahyuan ini datang hanya melalui pengalaman rohani, dan untuk menerimanya, Anda harus mengijinkan roh Anda untuk mengesampingkan pikiran dan emosi Anda. Begitu Anda mulai bermegah dalam kelemahan Anda, Allah akan memberi Anda suatu pewahyuan tentang keberadaan-Nya sebagai Bapa. Bawalah luka Anda dengan rasa sakitnya ke kayu salib dan akuilah “Engkaulah Bapaku!” Jika Anda mau memuliakan Allah di tengah-tengah penderitaan Anda, pewahyuan ke-Bapa-an yang dihasilkan bahkan lebih besar dari apa yang tidak Anda dapatkan dalam hubungan Anda dengan bapa Anda secara biologis karena kuasa Allah disempurnakan dalam kelemahan.
Kedua, percayalah kepada kesaksian darah Yesus Kristus dan bukannya mempercayai perasaan-perasaan yang dibangkitkan oleh emosi Anda. “dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.”(Ibrani 12:24) menunjukkan bahwa darah Yesus “berbicara” untuk kita secara rohani. Kesaksian darah Yesus adalah bahwa Allah adalah Bapa Surgawi Anda dan Anda adalah anak-Nya. Ini adalah kesaksian yang abadi, dan kesaksian ini akan selalu berbicara.
Ketiga, sementara Anda bersyukur kepada Allah atas bapa Anda di dunia ini dan mengakui, “Kaulah Bapaku,” biarkan iman Anda bangkit untuk mengakui kesaksian darah Yesus sampai Anda merasa roh Anda mulai mengesampingkan kesan mental dan emosi-emosi yang dipicu oleh hubungan bapa-anak duniawi Anda. Begitu Anda mengakui Bapa, Roh yang menjadikan Anda anak Allah akan bekerja dalam diri Anda untuk melepaskan Anda dari perbudakan masa lalu: “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"(Roma 8:15). Terus akuilah, “Engkaulah Bapaku,” sampai mencapai titik di mana dari roh Anda yang terdalam Anda dapat berseru, “Abba, Bapa.”
Amin.


JANGAN BIARKAN PERPECAHAN........



“Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?” (1 Korintus 3:1-3)
Dengki, perselisihan dan perpecahan telah memerosotkan kaum Kristen pertama di Korintus menjadi duniawi, yaitu keadaan mereka dahulu sebelum mereka dilahirkan baru. Itu telah sedemikian menghambat pertumbuhan rohani mereka sehingga mereka tidak memahami hal-hal yang ingin diajarkan Rasul Paulus kepada mereka.
Iblis telah mengirimkan roh perpecahan ysang sama di antara kita masa kini. Dia tahu bahwa sebuah rumah yang terpecah belah akan jatuh. Dia juga tahu jika kita semua berkumpul dalam persatuan iman kita, maka kita akan mencapai kedewasaan penuh dari Kristus Yesus, “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,” (Efesus 4:13). Jadi, dia telah menugaskan roh perpecahan untuk berkiprah dalam hidup pribadi kita, hidup dalam gereja kita, hidup kemasyarakatan kita dan hidup dalam keluarga kita. Sasarannya sama seperti di Korintus dahulu: Mendatangkan dengki, perselisihan, dan menghambat pertumbuhan rohani kita.
Tetapi kita tidak perlu pasrah kepada roh itu. Sebagai gantinya, Paulus menyatakan, “tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” (Efesus 4:15).
Bandingkanlah “mengatakan kebenaran dalam kasih “dengan dengki, perselisihan, dan perpecahan”. Bertentangan sama sekali, bukan? Anda tidak dapat melakukan kedua-duanya sekaligus pada saat yang bersamaan. Pada saat Anda mengatakan kebenaran dalam kasih, Anda bertumbuh dewasa. Pada saat Anda dengki, bertengkar dan saling berpisah, Anda kembali pada masa bayi.
Jangan biarkan iblis menghentikan pertumbuhan rohani Anda dengan menyerah kalah kepada roh perpecahan tetapi katakanlah kebenaran dalam kasih dan “bertumbuhlah di dalam segala hal ke arah Dia!”
“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.”.............lanjutkan bacaan Anda pada ayat ini di Yakobus 4:1-11, agar Anda mengerti dan memahami makna tentang bagaimana kita menentang perpecahan diantara kita.
Tuhan Yesus Memberkati