Halaman

Kamis, 31 Oktober 2013

PERLINDUNGAN YANG LUAR BIASA



“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;...” 
                                  (Yohanes 10:10)

Mengingat betapa bencinya iblis pada manusia dan betapa inginnya dia untuk membinasakan mereka, tidaklah mengherankan bila kita melihat sedemikian banyak tragedi dan bencana di dunia.
saya pernah mendengar dari seorang hamba mengenai hal ini. Dia pernah bertanya pada Tuhan tentang hal ini dan Tuhan memberitahu dia bahwa alam kegelapan memerlukan waktu yang lama untuk menimbulkan bencana besar. Ambillah contoh mengenai industri penerbangan. Industri ini diatur dengan teliti dan bekerja keras dalam menjaga ketertibannya sendiri karena berhubungan dengan keselamatan manusia. Dengan adanya sistem pengaturan yang teliti sekali, maka iblis harus bekerja keras untuk menimbulkan bencana-bencana.
Dia tidak dapat datang dengan mengaum-aum lalu mencabik-cabik segala sesuatu setiap kali dia menghendakinya. Jika sekitarnya dia dapat, tentunya dia akan menjatuhkan setiap pesawat terbang dari angkasa pada hari ini. Namun dia tidak dapat melakukannya.
Mengapa? Karena dia terikat. Alkitab menyatakan dia terikat pada hal-hal yang lazim bagi manusia. Dia harus mengatur hal-hal tertentu dalam alam kemanusian yang wajar sebelum dia dapat menyentuh Anda. Dia harus menggunakan manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Tetapi, puji Tuhan, kita tidak terikat pada hal-hal lazim bagi manusia. Kita bebas menggunakan hal-hal yang lazim bagi Allah! Kita berjuang dalam peperangan kita dengan senjata yang luar biasa. Apakah artinya? Itu berarti Anda wajib menaklukkan iblis.
Iblis tidak dapat menimbulkan bencana dalam hidup Anda jika dia tidak diberi tempat. Dia tidak dapat masuk dan membinasakan dan mencuri dari Anda, kecuali jika dia dapat mendesak Anda ke dalam dosa, kebimbangan, ketidaktahuan atau ketidakpatuhan. Jadi, jika iblis telah menyusahkan Anda, mohonlah kepada Roh Kudus untuk menunjukkan di mana Anda telah membiarkan hal-hal itu masuk. Kemudian bertobatlah lalu buanglah hal-hal tersebut.
Setelah Anda berbuat demikian, cabutlah senjata yang telah diberi Tuhan kepada Anda lalu tembaklah dengan kedua larasnya. Gunakan Firman, doa dan iman untuk mengikat iblis. Gunakanlah kuasa Tuhan yang menkjubkan untuk memastikan agar dia tetap terikat dan takkan sanggup menaruh apa pun atas diri Anda.
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.

BATU YANG MATI atau BATU YANG HIDUP.



“Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.” (1 Petrus 2:8)

Keberadaan orang percaya digambarkan sebagai batu-batu hidup yang dipergunakan untuk pembangunan rumah rohani. Dengan demikian setiap kita memiliki peranan dan fungsi. Tertulis: “....kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” (1 Petrus 2:9-10).
Menjadi batu yang hidup berarti memiliki kehidupan yang berpadanan dengan panggilan Tuhan, “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.” (1 Tesalonika 4:7). Jadi, “.....hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:15-16). Hidup di dalam kekudusan berarti tidak “.........menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:13).
Sebaliknya jika kita tetap hidup dalam ketidtaatan dan ketidaksetiaan dalam melakukan kehendak Tuhan dan memiliki gaya hidup yang duniawi, maka keberadaan kita sama seperti batu-batu yang mati. Artinya kita telah gagal dalam menjalankan peran dan fungsi kita sebagai anak-anak Tuhan. Kita tidak lagi mencerminkan umat tebusan Tuhan dan imamat rajani, melainkan telah menjadi batu sandungan bagi orang lain, apalagi jika saat dalam masalah dan penderitaan kita mengeluh, bersungut-sungut, mengumpat, ikut-ikutan mencari pertolongan kepada dunia, mata rohani tidak lagi tertuju kepada Tuhan Yesus, selaku Batu Penjuru kita, sehingga orang-orang dunia pun tidak melihat Kristus ada di dalam kita.
“Kita menjadi batu-batu yang mati!”
Tuhan Yesus Memberkati.

DUTA BAGI KRISTUS



“Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus,....” 
              (2 Korintus 5:20)

Anda adalah seorang duta bagi Kristus! Bila kita baca di Alkitab King James Version isinya “Jadi kami kini duta-duta bagi Kristus,...”. jika Anda telah menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dari kehidupan Anda, Anda telah diutus untuk bertindak sebagai wakil bagi-Nya di dunia ini. Seperti bangsa-bangsa mengutus para duta untuk mewakili kepentingan mereka di negara-negara lain, maka Anda telah diutus di sini untuk kepentingan dari Kerajaan Tuhan.
Renungkanlah itu. Ke mana saja Anda pergi mewakili Raja segala raja dan Tuhan di atas segala tuan. Itu merupakan suatu kehormatan yang sangat besar. Itu mungkin juga tampaknya seperti tugas yang berat untuk dikerjakan. Tetapi Tuhan telah melengkapi Anda untuk itu. Dia telah memberikan Anda nama-Nya dan kuasa dari firman-Nya. Dia bahkan telah menepatkan Roh-Nya sendiri di dalam diri Anda. Dan Dia telah memberikan Anda kesanggupan untuk mendengar dan mematuhi petunjuk dari roh itu.
Saya mendengar sebuah nubuatan bertahun-tahun yang lalu, yang menyatakan bahwa akan datang waktunya manusia di bumi akan berjalan, berbicara, dan bertindak seperti Tuhan. Mereka didorong oleh kuasa-Nya dan Roh-Nya sedemikian kuatnya sehingga orang-orang akan berkata tentang mereka, “Tengoklah para pemercaya itu. Mereka mengira dirinya Tuhan.” “Tidak,” kata Roh Kudus, “mereka bukan Tuhan. Mereka adalah wakil dari Tuhan, anak-anak Tuhan, duta-duta Tuhan, yang diutus untuk melakukan pekerjaan Tuhan.”
Kita yakin bahwa kita kini hidup di hari dan jam yang dinubuatkan itu. Kita sedang menyaksikan pasukan terang itu mulai berkembang.
Kini bukanlah waktunya untuk menyerahkan diri dan mengabdi dengan setengah hati. Inilah waktunya untuk melangkah sepanjang jalan bersama Tuhan, untuk menyerahkan kepada-Nya segenap hidup Anda. Jika Anda mau melakukan itu, Dia akan memberi Anda urapan, kuasa dana kemuliaan serta kebaikan sedemikian rupa sehingga Anda akan bersinar bagi-Nya, seperti yang disebutkan, “supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,” (Filipi 2:15, sebagai cahaya di tengah-tengah angkatan yang bengkok hati dan sesat.
Mulailah untuk berpikir tentang diri Anda hari ini, bukan hanya sebagai pria atau wanita biasa, melainkan sebagai duta dari Tuhan Yang Mahakuasa. Biarlah kepentingan dari kerajaan-Nya menjadi yang terutama dalam pikiran dan hati Anda. Serahkanlah diri Anda kepada-Nya dan katakanlah, “Tuhan, tunjukkan kepadaku cara untuk menjadi wakil-Mu dalam segala sesuatu yang kulakukan.”
Anda adalah seorang duta bagi Kristus. Mulailah hidup sebagai seorang duta pada hari ini. Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.

Kamis, 24 Oktober 2013

KARENA TUHAN KITA SANGGUP



“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” 
(Filipi 4:13)

Rasul Paulus telah memberikan teladan hidup yang luar biasa bukan hanya bagi orang-orang yang hidup sezamannya, tapi juga bagi kita yang hidup di masa-masa akhir zaman ini. Salah satu teladan yang menonjol dalam diri Paulus adalah semangat hidupnya dalam melayani Tuhan. Ia tak pernah menunjukkan sikap pesimis yang penuh keluh kesah, gerutuan atau kekecewaan meski dalam pelayanan ia harus menghadapi banyak sekali ujian, tantangan, aniaya dan juga penderitaan. Sebaliknya ia selalu optimis, memberitakan kemenangan di dalam Tuhan sehingga ia selalu sanggup menasehati orang-orang agar mereka kuat dalam menghadapi segala tantangan hidup dan tetap memiliki roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan. “....syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” (2 Korintus 2:14).
Meski kehidupannya telah dipakai Tuhan secara luar biasa sebagai pemberita Injil dan menjadi kesaksian bagi banyak orang, tidak dengan serta merta ia menjadi sombong atau membanggakan diri sendiri. “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” (Galatia 6:14). Fokus Paulus adalah melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan terus maju mengerjakan panggilan Tuhan apa pun keadaannya, bahkan ia terus “.....berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:14).
Kekuatan, keuletan, dan kegigihan yang dimiliki Paulus bukan karena ia tidak punya kelemahan atau kekurangan, itu semata-mata karena Roh Kudus yang bekerja di dalam dia. Dengan jujur ia mengakui penuh kelemahan dan kekurangan tapi ia tidak mau tenggelam dalam kelemahan yang ada. Justru dalam kelemahanlah ia percaya bahwa kuasa Tuhan makin sempurna dinyatakan. “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9).
“Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.” (2 Korintus 3:5).
Amin. 
Tuhan Yesus Memberkati.

MARI MENJADI PENJAGA SESAMA



"Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.”  (Yehezkiel 3:17)

Tuhan memilih dan menyelamatkan kita adalah suatu kondisi yang bukan untuk kita nikmati sendiri, melainkan untuk sebuah misi.
Keberadaan setiap orang Kristen adalah “penjaga” bagi sesamanya. Artinya kita memiliki tanggung jawab memberitakan Injil atau kabar keselamatan ini kepada orang-orang yang belum percaya. Kita tidak boleh tinggal diam dan bersikap masa bodoh! Kita harus memiliki keberanian bersaksi kepada mereka. Dengan kekuatan sendiri mustahil kita berani untuk itu, namun di dalam Roh Kudus dan “....Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7). Jadi tidak ada alasan untuk tidak melangkah mengerjakan tugas ini, sebab kita telah menerima kuasa untuk menjadi saksi-saksi Kristus “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8). Beritakan kepada orang-orang yang belum percaya bahwa “....keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12). Jadi barangsiapa percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan diselamatkan “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:9-10).
Memang, kita tidak dapat membuat orang lain bertobat, itu adalah bagian Tuhan melalui kuasa Roh KudusNya. Namun tugas kita adalah melayani, memberitahu, menegur, dan mengingatkan orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan; tentunya dengan cara yang bijaksana dan tepat, bukan menghakimi, sampai Roh Kudus menjamah hati mereka dan menuntun mereka kepada Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan kita untuk memiliki kepedulian terhadap orang lain.
Kerinduan Tuhan agar Yehezkiel menjadi “penjaga” bagi sesamanya ini juga kerinduan Tuhan bagi kita. Inilah yang disebut Amanat Agung Tuhan! Jika kita melihat orang lain jatuh dan hidup dalam kejahatan, sementara kita dengan sengaja membiarkannya, hal itu akan menjadi tanggung jawab kita kepada Tuhan.
“Sudahkah kita mengerjakan tugas dari Tuhan ini?”
Tuhan Yesus Memberkati.