Halaman

Rabu, 14 Mei 2014

MENGASIHI TUHAN MENCINTAI FIRMAN-NYA


“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” (Mazmur 19:8)

Penulis Amsal mengingatkan, “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” (Amsal 4:20-22).
Rugi besar jika kita meremehkan firman Tuhan karena itulah kunci hidup berkemenangan dan diberkati. Tuhan berkata kepada Yosua, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8). Mendengarkan firman Tuhan, merenungkannya siang dan malam, serta melakukannya adalah kunci mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Tidak semua orang Kristen menyadari hal ini. Inginnya hanya menikmati berkat-berkat Tuhan tapi tidak peduli dan mengabaikan firman Tuhan. Jangan pernah berkata kita mengasihi Tuhan jika kita tidak mencintai firman-Nya. Mari belajar dari Daud yang begitu mengasihi Tuhan dan mencintai firman-Nya. “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” (Mazmur 119:97), sehingga Daud mengalami perkara-perkara besar dalam hidupnya.
Jika kita merasa bosan, jenuh, tidak punya rasa haus dan lapar akan firman Tuhan berarti ada ketidakberesan dalam hidup kita, sementara kegiatan-kegiatan duniawi, hobi, hiburan, televise, surat kabar dan sebagainya lebih menraik hati dan menjadi “magnet” tersendiri bagi kita. Lalu kita pun mencari cari alasan untuk menyalahkan pendeta: isi khotbahnya tidak menarik, tidak berbobot, membosankan, terlalu bertele-tele dan sebagainya, padahal masalah sesungguhnya ada pada diri kita sendiri. Salah satu tanda orang mengasihi Tuhan adalah mencintai dan menghargai firman tuhan, tidak perduli siapa yang menyampaikannya. Daud mengakui bahwa Taurat Tuhan itu “….lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.” (Mazmur 19:11).
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.

MENANG ATAS PENCOBAAN


“Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” (Lukas 4:1)

Sebelum segala janji Allah dalam diri Yesus, Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun selama 40 hari 40 malam untuk berdoa dan berpuasa.
Di padang gurun inilah Yesus masuk dalam proses ujian. Roh Kudus hendak membuktikan bahwa kedatangan Yesus adalah untuk menghancurkan pekerjaan iblis dan meremukkan kepala ular “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (Kejadian 3:15). Maka datanglah iblis mencobai Yesus dengan tiga (3) perkara: 1. Yesus diminta mengubah batu menjadi roti. “Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."” (Lukas 4:3). 2. Yesus diminta menyembah iblis, “…Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." (Lukas 4:7). 3. Yesus diperintahkan menjatuhkan diri dari atas bumbungan Bait Allah. “Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,” (Lukas 4:9). Inilah ujian dan pencobaan hebat yang harus dihadapi Yesus, namun Ia tampil sebagai pemenang. Kemenangan Yesus disebabkan karena Roh Kudus menguatkan Dia, sehingga setiap panah pencobaan yang diarahkan iblis terhadap-Nya dapat ditangkis dengan firman. Ia selalu berkata, “Ada tertulis:….”
Di tengah dunia yang jahat ini setiap orang percaya tanpa terkecuali diperhadapkan dengan banyak sekali ujian dan pencobaan, “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (1 yohanes 2:16). Bila kita tidak melekat kepada Tuhan dan bersandar kepada Roh Kudus kita tidak akan mampu menahan gempuran iblis. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus kita dapat bertahan dan beroleh kekuatan untuk melawan. Karena itu jangan lewati hari tanpa kita membaca dan merenungkan firman Tuhan, karena saat membaca dan merenungkan firman kita akan mempunyai pola pikir dan keinginan Tuhan. Kita tidak lagi menjalani kehidupan ini dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi mengandalkan kekuatan dan tuntunan firman Tuhan sehingga iman kita akan semakin kuat dan iblis pun tidak than menghadapi kita.
“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9)
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati

MENGAPA KITA HARUS MEMUJI TUHAN?


“Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” (Mazmur 150:6)

Memuji Tuhan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan orang Kristen. Karena itu dalam setiap peribadatan puji-pujian selalu mendapat porsi yang cukup banyak selain pemberitaan firman Tuhan. Hal ini menandakan bahwa pujian merupakan bagian penting dalam kehidupan orang percaya.
Mengapa kita harus memuji Tuhan di segala waktu? Karena kita diciptakan Tuhan dengan tujuan memberitakan kemasyhuran-Nya. Tuhan berkata, “Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.” Memuji Tuhan adalah perintah Tuhan, dan sebagai anak-anak-Nya kita harus taat melakukannya. “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” (Ibrani 13:15). Tuhan sangat menikmati puji-pujian yang dinaikkan oleh umat-Nya, karena itu Ia selalu hadir dan bertahta di atas pujian kita. Meski berada di situasi sulit dan sepertinya kegelapan pekat mengelilingi hidup kita biarlah kita tetap memuji-muji Tuhan, karena ketika kita melakukannya Tuhan akan hadir melawat kita. Kehadiran-Nya pasti membawa dampak luar biasa dalam kehidupan kita: memulihkan, menyembuhkan, menolong bahkan memberkati kita. Daud menulis: “Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.” (Mazmur 147:1). Marilah kita memuji Tuhan di segala waktu seperti yang dilakukan Daud. “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” (Mazmur 34:2), tidak terbatas hanya pada saat kita beribadah di gereja saja. Sebagai manusia Daud pun pernah dan sering mengalami masalah atau pun tekanan dalam hidupnya, namun ia tidak menjadi putus asa atau terus menerus tenggelam dalam kepedihan, ia tetap memuji-muji Tuhan. Inilah sikap yang patut kita teladani.
Mari kita ubah keadaan yang buruk dan kepedihan hati menjadi sorak kemenangan dengan kuasa puji-pujian. Masalah dan pencobaan boleh saja datang, tetapi sebagai umat Tuhan kita harus belajar untuk tetap mengucap syukur dan memuji-muji Dia. Kalahkanlah kesedihan dan tekanan di hati kita dengan kuasa puji-pujian.
“Saat memuji Tuhan memberi kesempatan Tuhan menyatakan kuasa-Nya; mengubah keadaan buruk menjadi kemenangan!”
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.

DISIPLIN KASIH


“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” (Ibrani 12:11)

(Ilustrasi) Seorang istri berkali-kali mengancam suaminya untuk bercerai, semua hal kecil jadi masalah besar. Sampai masalah suami kelelahan karena capek kerjapun jadi masalah. Lelah karena bekerja baginya tidak masuk akal.
Saat suaminya mempertahankan pernikahan mereka, wanita itu sengaja terus menerus mengancam cerai karena ia tahu suaminya tidak akan menceraikannya. Hingga suatu saat suaminya benar-benar menceraikannya. Ia menyesal tetapi suaminya terlanjur kecewa. Saat itu ia merasa hidupnya sangat menderita. Ia memiliki satu putri dan ia tidak memiliki pekerjaan. Ia tidak sebebas dulu menghabiskan penghasilan suaminya karena kini mantan suaminya hanya memberikan uang secukupnya.
Wanita ini diberi “ganjaran” oleh Tuhan karena sikapnya yang mempermainkan pernikahan. Wanita ini merasa Tuhan terlalu keras mendisiplinkannya, hingga ia harus berhutang sana sini. Namun sejak menjadi janda ia belajar apa rasanya bekerja keras, bagaimana rasanya kelelahan saat bekerja, bagaimana berbagi dengan mereka yang kekurangan dan bagaimana menghargai orang lain, keluarga dan diri sendiri. Dari sini pula wanita ini menjadi wanita yang tangguh di dalam Tuhan. Ia mengatakan bahwa disiplin dari Tuhan sangat membentuk pribadinya jauh lebih baik.
Saudaraku, dari setiap pelanggaran yang kita lakukan pasti ada ganjaran dari Tuhan untuk mendisiplinkan kita. Tapi dari kedisiplinan itu sendiri kita bisa didewasakan, karakter kita dapat diubahkan dan kepribadian kita terbentuk. Saudaraku, tak perlu mengeraskan hati bila kita sedang dibentuk.
Amin
Tuhan Yesus Memberkati

JANGAN JAGA GENGSI


“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:8)

Suatu ketika seorang pemuda disuruh oleh ibunya untuk mengurus pacarnya yang sedang sakit parah. Ada yang menurut pemuda itu kurang pantas adalah, ketika ibunya menyuruhnya untuk mengelap kaki pacarnya setiap pagi dan malam. Dia juga diharuskan membawa baju kotor pacarnya itu untuk di laundry dan membantunya membersihkan rumah. Orang tua sang pacar memang ada tapi entah mengapa ibunya terlalu berlebihan memintanya melakukan hal tersebut. Dia sebagai laki-laki merasa dipermalukan oleh ibunya dan tidak memiliki harga diri. Hanya memang ia sangat mencintai pacarnya tersebut, tetapi bukan berarti ia harus menggantikan pakerjaan yang selalu dikerjakan pacarnya itu di rumah.
Sebulan kemudian, pacarnya tersebut telah sembuh. Secara tidak diduga oleh sang pemuda tersebut, pacarnya beserta orang tua dan adik pacarnya datang untuk mengikuti ibadah dimana pemuda dan orang tuanya sedang mengikuti ibadah gereja. Menjadikan Yesus sebagai Juruselamat mereka. Mereka meninggalkan kepercayaan mereka. Pemuda ini memang seakan-akan sedang mempermalukan dirinya sebagai laki-laki, namun karena hal itulah ia bisa membawa 6 jiwa sekaligus kepada Tuhan.
Saudaraku, Yesus juga seakan-akan mempermalukan dirinya ada tertulis “kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.” (Yohanes 13:5), Ia ketika itu harus menjadi manusia, ketika Ia mengaku sebagai Tuhan namun tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri dari siksaan kayu salib. Tapi dari semua itu manusia boleh diselamatkan dan menyadari arti kasih Kristus yang sesungguhnya. Tidak tidak jaga gengsi untuk menyelamatkan kita, demikian pula kita tidak perlu juga jaga gengsi untuk membawa jiwa-jiwa untuk mengenal Tuhan Yesus dan percaya kepada-Nya.
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” (Filipi 2:5)
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.